Buku merupakan salah satu benda yang tentunya tidak asing bagi kita. Sedari kecil kita diperkenalkan dengan buku, baik oleh orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar dengan harapan kebiasaan membaca buku dapat tertanam dalam diri kita. Namun, sesering apakah kita membacanya? Apakah buku hanya berperan sebagai penghias ataukah memang benar-benar berperan untuk memenuhi kebutuhan kita akan pengetahuan?

Membaca bukanlah sebuah kegiatan yang berat, bahkan termasuk kegiatan yang menyenangkan apabila sedari awal memiliki minat. Membaca akan terasa lebih menyenangkan dan berarti, apabila setiap kalimat dapat dipahami dengan baik. Membaca sendiri terkenal dapat menstimulasi mental serta mengurangi stres. Mendapat kepuasaan tersendiri, seperti kepuasan akan terpenuhinya rasa penasaran saat membaca misalnya, juga menjadi salah satu daya tariknya.

Disamping menyenangkan, membaca buku juga memilliki banyak manfaat lainnya. Membaca dapat membantu otak untuk menjadi lebih aktif dengan mencoba memahami informasi apa yang sedang dibaca. Membaca dapat meningkatkan daya ingat, serta merupakan salah satu cara untuk mengembangkan diri. Saat membaca, kita mungkin akan menemukan sesuatu yang tidak pernah kita cari tahu, karena tidak menyadari keberadaan hal tersebut. Saat itulah kita mendapatkan suatu kosa kata baru. Tentu saja kosa kata baru ini dapat berperan dalam berkomunikasi serta mengekspresikan diri. Dengan terbiasa untuk mengolah suatu informasi dari kalimat, dapat meningkatkan keterampilan dalam berpikir, menganalisis, serta meningkatkan daya imajinasi.

Berbanding terbalik dengan segudang manfaat membaca buku, sayangnya kegiatan ini belum dijadikan salah satu rutinitas oleh mayoritas masyarakat. Hal ini tentunya tidak dipengaruhi oleh hanya satu factor sehingga kesadaran diri sendiri untuk menjadikan kegiatan membaca buku sebagai kebiasaan serta peran pemerintah akan sangat dibutuhkan.

Di era modern seperti saat ini, muncul hasil dari perkembangan teknologi yang rasanya dapat menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, yaitu gawai. Dengan mengedepankan kepraktisan, tak heran perangkat elektronik ini, mendapat perhatian dari masyarakat karena dapat digunakan untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Sayangnya, munculnya gawai ini dapat menjadi salah satu alasan budaya membaca tersingkir. Hal ini membuat hampir sebagian besar masyarakat memiliki kecenderungan akan menatap layar gawai lebih lama daripada membaca halaman buku.

Selain itu, salah satu faktor yang memengaruhi keengganan membaca buku adalah kekurangan dalam produksi serta pendistribusian. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, maka tidak menutup kemungkinan bahwa produksi dan pendistribusian buku masih belum merata. Daerah-daerah kecil masih kesulitan untuk mendapatkan pendistribusian buku. Tentu saja harapan untuk waktu yang akan datang, produksi dan pendistribusian semakin merata sehingga semua masyarakat bisa menumbuhkan minta baca terhadap buku.

Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, eksplorasi dan temukan satu buku yang dapat menimbulkan ketertarikan untuk menemukan buku-buku lain. Mari tambah koleksi buku untuk menubuhkan minat baca dan menambah pengetahuan. Perlu diingat, untuk menghindari buku bajakan. Semoga minat baca buku terus menyebar dan meningkat di segala penjuru Indonesia, ya! Selamat Hari Buku Nasional 2022!

Penulis : Zurraidah Alfathunnisa 8B
(Ekstrakurikuler Jurnalistik)

Share and Enjoy !

0Shares
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *