Sang Saka merah putih sudah berkibar di ujung tiang di halaman kampus dua SMPIT Ar-Rahmah Pacitan sejak pagi pada Kamis (01/10). Pada hari yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila ini, SMPIT tak ingin kehilangan momentum. Dimulai pada pukul 07.30 WIB, seluruh guru dan karyawan SMPIT disertai dengan struktural yayasan A-Rahmah telah berbaris dengan rapi mengenakan pakaian batik masing-masing untuk melangsungkan acara penghormatan bendera.

Upacara dipimpin oleh Bapak Junaidi, S.Pd. Sementara itu, Bapak H. Subiyanto Munir, MMPd selaku pembina Yayasan Ar-Rahmah Pacitan berdiri sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, Bapak Subiyanto menuturkan pentingnya seluruh bagian dari keluarga Ar-Rahmah untuk selalu mengingat dan meresapi jasa juga perjuangan para pahlawan Indonesia khususnya para pahlawan yang berperan dalam penegakan ideologi pancasila.

Upacara berlangsung dengan lancar dan khidmat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan diantaranya ialah wajibnya mengenakan masker bagi seuruh peserta upacara. Untuk melengkapi serangkaian susunan acara upacara pada hari itu, pembacaan ikrar dan juga pelantunan lagu Padamu Negeri dilakukan oleh segenap peserta Upacara.

foto: Kegiatan Pembinaan Ideologi Kebangsaan

Masih pada momentum Kesaktian Pancasila, di hari yang sama pada pukul 19.00 WIB bertempat di Masjid An-Nur Kampus dua SMPIT Ar-Rahmah seluruh keluarga besar Ar-Rahmuah dari mulai guru dan karyawan SMPIT, SDIT, juga Yayasan berkumpul untuk mengikuti Pembinaan Ideologi Kebangsaan.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan ini menghadirkan Kiai Saparni dan Bapak H. Subiyanto Munir, MMPd sebagai pembicara. Kiai Saparni sebagai seorang pelaku sejarah peristiwa 30 September 1965 di Kecamatan Pringkuku membawa seluruh peserta ke masa dimana beliau berjuang untuk selamat dari peristiwa berdarah yang dilakukan oleh kaum komunis di masa itu. Kedua pembicara juga tak lupa mengingatkan kepada seluruh peserta pembinaan untuk selalu mengingat dan menghormati seluruh pahlawan, kiai dan santri yang gugur dalam peristiwa yang tak akan dilupakan oleh sejarah tersebut. (SHK)

Share and Enjoy !

0Shares
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *